You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.

Sistem Informasi Kalurahan Bugel

Kap. Panjatan, Kab. Kulon Progo, Prov. DI Yogyakarta
Info

LENTERA Terima Kunjungan Studi Banding Pustakawan Kementan RI


LENTERA Terima Kunjungan Studi Banding Pustakawan Kementan RI

Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang digagas Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bertujuan memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Perpustakaan selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan. Kegiatan-kegiatan pelatihan bertujuan untuk pemberdayaan dan berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Perpustakaan LENTERA Kalurahan Bugel telah terlibat dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini sejak tahun 2017, sejalan dengan Perpustakaan Kulon Progo yang melakukan replikasi program ini ke perpustakaan-perpustakaan desa. 

Sejauh ini, LENTERA telah mengadakan pelatihan-pelatihan di berbagai bidang antara lain pelatihan pembuatan ecoprint, abon cabai, sapu sabut kelapa dan kreasi-kreasi hantaran. Di bidang pertanian, LENTERA memfasilitasi pelatihan dan pendampingan budidaya tanaman toga, bawang merah dan kelengkeng. Masyarakat Kalurahan Bugel yang sebagian besar bermatapencaharian bertani juga mendapatkan informasi dan pelatihan teknik irigasi springkle serta pengendalian layu fusarium pada tanaman cabai dengan agensi hayati. 

Senin (11/10/2021), LENTERA menerima kunjungan studi banding dari Kementan RI yang digandeng Perpusnas dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Koordinator Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian Kementan, Dr. Riko Bintari Pertamasari, S.Sos, M.Hum, menyampaikan maksud dan tujuan studi banding adalah hendak berbagi informasi dan berkolaborasi dengan perpustakaan kalurahan yang sudah memiliki kegiatan inklusi sosial. Kementan akan ikut membangun perpustakaan dengan cara menyediakan informasi terkini bidang pertanian, diharapkan terjadi kerjasama yang sinergis antara perpustakaan kalurahan, perpustakaan daerah dan Kementan terkait bidang pertanian.

Selain pustakawan Kementan, pada kunjungan studi banding ini hadir pula Dispusip KP, pamong Kalurahan Bugel, perwakilan pengunjung perpustakaan dan perwakilan dari kelompok-kelompok industri kecil ecoprint, industri sapu sabut kelapa dan industri rumahan abon cabai. Kelompok-kelompok ini lahir dari kegiatan perpustakaan dan diharapkan akan lahir pula wirausaha-wirausaha baru dari kegiatan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Sebagai penutup kunjungan, Kementan menyerahkan buku-buku, poster dan lain-lain kepada LENTERA. (Fa)

Bagikan artikel ini: