You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Kalurahan Bugel
Logo Kalurahan Bugel
Bugel

Kap. Panjatan, Kab. Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Selamat Datang di Website Resmi Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo

Tim Kajian WBTB Dinas Kebudayaan DIY Kaji Upacara Adat Tingkep Tandur di Bugel

Administrator 27 Januari 2026 Dibaca 16 Kali
Tim Kajian WBTB Dinas Kebudayaan DIY Kaji Upacara Adat Tingkep Tandur di Bugel

Bugel — Tim Kajian Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kunjungan dan kajian lapangan terhadap Upacara Adat Tingkep Tandur yang dilaksanakan di Bulak Ndolog, Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (27/1).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan serta mengkaji secara langsung prosesi upacara adat Tingkep Tandur sebagai bagian dari kekayaan tradisi pertanian masyarakat Bugel yang masih lestari hingga kini. Hadir dalam kegiatan tersebut Tim Kajian WBTB Dinas Kebudayaan DIY, Lurah Bugel, Ketua Budaya Kalurahan Bugel, Pamengku Adat, serta Ketua Kelompok Tani setempat.

Gambar 1.2. Tim mengkaji proses upacara Tingkep Tandur 

Dalam kesempatan tersebut, Pamengku Adat Kalurahan Bugel memperagakan secara langsung rangkaian prosesi Upacara Adat Tingkep Tandur, disertai penjelasan makna filosofis dari setiap tahapan ritual kepada Tim Kajian WBTB.

Upacara Adat Tingkep Tandur dilaksanakan saat usia tanaman padi memasuki fase menjelang generatif, yakni sekitar 50–60 hari setelah tanam. Prosesi diawali dengan pemanjatan doa sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan dan keberkahan hasil panen. Selanjutnya, tanaman padi dalam satu rumpun diikat menggunakan janur kuning sebagai simbol perlindungan dan harapan agar tanaman tumbuh dengan baik.

Tahap berikutnya adalah prosesi siraman, yaitu penyiraman tanaman padi menggunakan air dari tujuh sumber yang dicampur dengan kembang setaman. Prosesi ini melambangkan penyucian serta doa agar tanaman terhindar dari hama dan penyakit. Setelah tanaman dibuyur dengan air kembang setaman, janur kuning yang mengikat rumpun padi kemudian dipotong sebagai simbol bahwa tanaman padi telah memasuki masa pertumbuhan generatif dan siap menuju fase pembentukan bulir.

Melalui kajian ini, diharapkan Upacara Adat Tingkep Tandur dapat terus dilestarikan dan memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, sekaligus menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Kalurahan Bugel, khususnya di bidang tradisi pertanian.(adm)

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBK 2026 Pelaksanaan

APBK 2026 Pendapatan

APBK 2026 Pembelanjaan