Bugel - Pemerintah Kalurahan Bugel menggelar Musyawarah Merti Desa Tahun 2026 di Aula Kalurahan Bugel, Kamis (16/07). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mematangkan persiapan penyelenggaraan Merti Desa yang merupakan tradisi budaya tahunan sekaligus wujud pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di Kalurahan Bugel.
Musyawarah ini dihadiri oleh seluruh pamong kalurahan, Ketua Desa Budaya, serta Pendamping Desa Budaya. Kehadiran para peserta diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan menyatukan persepsi dalam menyusun rangkaian kegiatan Merti Desa Tahun 2026.
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas berbagai aspek persiapan pelaksanaan Merti Desa, mulai dari penyusunan agenda kegiatan, pembagian tugas dan tanggung jawab, hingga upaya melestarikan tradisi budaya agar tetap dapat dinikmati dan diwariskan kepada generasi mendatang. Selain itu, musyawarah juga menjadi forum untuk menghimpun masukan dari seluruh pihak yang terlibat sehingga pelaksanaan Merti Desa dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat.
Lurah Bugel menyampaikan bahwa Merti Desa bukan hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga merupakan momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat serta memperkuat identitas budaya Kalurahan Bugel. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama seluruh pihak agar rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Melalui musyawarah ini, Pemerintah Kalurahan Bugel berharap seluruh persiapan dapat dilakukan secara matang sehingga pelaksanaan Merti Desa Tahun 2026 dapat berlangsung sukses, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang terus hidup di tengah perkembangan zaman.
Bugel - Pemerintah Kalurahan Bugel menggelar Musyawarah Merti Desa Tahun 2026 di Aula Kalurahan Bugel, Kamis (16/07). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mematangkan persiapan penyelenggaraan Merti Desa yang merupakan tradisi budaya tahunan sekaligus wujud pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di Kalurahan Bugel.
Musyawarah ini dihadiri oleh seluruh pamong kalurahan, Ketua Desa Budaya, serta Pendamping Desa Budaya. Kehadiran para peserta diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan menyatukan persepsi dalam menyusun rangkaian kegiatan Merti Desa Tahun 2026.
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas berbagai aspek persiapan pelaksanaan Merti Desa, mulai dari penyusunan agenda kegiatan, pembagian tugas dan tanggung jawab, hingga upaya melestarikan tradisi budaya agar tetap dapat dinikmati dan diwariskan kepada generasi mendatang. Selain itu, musyawarah juga menjadi forum untuk menghimpun masukan dari seluruh pihak yang terlibat sehingga pelaksanaan Merti Desa dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai dengan nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat.
Lurah Bugel menyampaikan bahwa Merti Desa bukan hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga merupakan momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat serta memperkuat identitas budaya Kalurahan Bugel. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama seluruh pihak agar rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Melalui musyawarah ini, Pemerintah Kalurahan Bugel berharap seluruh persiapan dapat dilakukan secara matang sehingga pelaksanaan Merti Desa Tahun 2026 dapat berlangsung sukses, memberikan manfaat bagi masyarakat, serta menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang terus hidup di tengah perkembangan zaman.