Selamat Datang di Website Resmi Kalurahan Bugel, Panjatan, Kulon Progo

Artikel

Sejarah Kalurahan

05 Maret 2019 15:49:44  Admin Kalurahan  33.685 Kali Dibaca 

Sejarah Kalurahan

Menurut cerita turun temurun yang digali dari berbagai bersumber termasuk dari para sesepuh, tokoh adat dan tokoh masyarakat, asal-usul Kalurahan Bugel bermula ketika masa Perang Diponegoro yang berlangsung antara tahun 1825-1830. Cerita turun temurun ini sangat diyakini oleh warga karena didukung dengan kondisi nyata yang ada di Kalurahan Bugel saat ini. 

Pada masa itu, perjuangan melawan penjajah dilakukan dengan strategi perang gerilya. Pangeran Diponegoro berpindah-pindah dan melakukan perlawanan dari berbagai tempat termasuk dari wilayah Kulon Progo bagian selatan. Para pengikut Pangeran Diponegoro yang berpencar di wilayah Kulon Progo bagian selatan itu antara lain adalah Kyai Tro Ijoyo, Kyai Sabuk Janur dan Kyai Daruno. Bersama Pangeran Diponegoro mereka bersembunyi di hutan di pantai selatan yang disebut hutan Ngangrangan. Seiring berjalannya waktu, kerabat dan penduduk yang ikut tinggal di hutan Ngangrangan semakin banyak, sehingga hutan Ngangrangan perlahan berubah menjadi sebuah pedukuhan sehingga untuk memperluas tempat tinggal dilakukanlah penebangan dan pembakaran hutan. 

Menurut cerita, pada saat penduduk Pedukuhan Ngangrangan membuka hutan dengan membakar pepohonan, ditemukanlah sebuah pohon sangat besar yang telah lapuk dimakan usia sehingga tinggal batang bagian bawah saja, tetapi anehnya setelah dibakar berkali-kali pohon itu tetap tidak dapat terbakar. Untuk mengenang kejadian tersebut, para sesepuh mengganti nama Pedukuhan Ngangrangan dengan nama Bugel. Dalam bahasa Jawa “Bugel“ adalah sebutan untuk benda keras yang kebal terhadap senjata dan api. Wilayah di sebelah barat Ngangrangan bernama Pedukuhan Cicikan, yang saat ini adalah Pedukuhan I Bugel.

Penduduk yang semakin bertambah banyak mulai merambah ke arah utara yang kondisi tanahnya lebih subur dan merupakan daerah rawa-rawa, namun tak sedikit kerabat Kyai Tro Ijoyo yang memilih pindah penduduk ke Pedukuhan Trukanan yang sekarang adalah Kalurahan Bojong. Hampir bersamaan, Kyai Daruno dan Kyai Sabuk Janur masing-masing bersama kerabatnya tinggal di sebelah utara hutan Ngangrangan (Pedukuhan Bugel). Wilayah itu masih berupa gundukan/gumuk dan rawa-rawa. Kyai Daruno pada waktu itu menempati wilayah yang disebut Pedukuhan Rawa Babatan, sedangkan Kyai Sabuk Janur bersama kerabatnya menempati wilayah bagian tengah. Wilayah tengah pada waktu itu berupa tempat aliran air dari beberapa sumber menuju ke laut, karena pada waktu itu belum ada sungai.Tempat tesebut oleh Kyai Sabuk janur disebut sebagai Pedukuhan Gelaran, yang saat ini terbagi menjadi Pedukuhan III dan IV Bugel.

Dalam Bahasa Jawa “Gelaran“ berarti alas/tikar sebagai tempat duduk. Nama "Gelaran" diambil dari kondisi tempat yang datar seperti tanah lapang membentang di antara rawa-rawa. Penduduk Pedukuhan Gelaran semakin banyak dan juga dihuni oleh pendatang sehingga sedikit demi sedikit berpindah ke sebelah utara Gelaran yang masih berupa rawa-rawa. Daerah rawa tersebut ditinggikan sehingga dapat digunakan untuk tempat tinggal dan kemudian dikenal dengan nama Pedukuhan Beran. Beran berasal dari kata dalam bahasa Jawa “Bero“ yang berarti tempat tergenangnya air. 

Sebutan-sebutan lain yang sesuai dengan ciri-ciri tempat tersebut,di antaranya :

  1. Beran, sekarang menjadi wilayah Pedukuhan VIII dan IX Kalurahan Bugel.
  2. Beran Gebyakan, pada waktu itu merupakan aliran air dari wilayah utara, sekarang menjadi Pedukuhan VII Kalurahan Bugel.
  3. Beran Klepusari, wilayah yang banyak ditumbuhi pohon Klepu, sekarang menjadi wilayah Pedukuhan VI Kalurahan Bugel.
  4. Beran Pisangan, wilayah yang banyak ditumbuhi pohon pisang, sekarang menjadi wilayah Pedukuhan VI Kalurahan Bugel.
  5. Beran Pancasan, wilayah yang banyak pohon Klepu yang kemudian dipencas/ditebang, sekarang menjadi Pedukuhan V Kalurahan Bugel.
  6. Beran Gumuk Waru, wilayah yang banyak ditumbuhi pohon Waru, sekarang menjadi Pedukuhan X Kalurahan Bugel.

 

Sejarah Pemerintahan Kalurahan Bugel

Pada awalnya Pemerintah Kalurahan Bugel berbentuk Kemantren yang dipimpin oleh seorang Mantri dibantu Bekel dan Demang. Pusat Pemerintahan Kemantren Bugel sekarang menjadi wilayah Pedukuhan II Bugel. Wilayah Kemantren Bugel pada waktu itu cukup luas, selain wilayah persawahan juga mencakup wilayah Bulak Gumuk Waru sampai dengan Bulak Puthat dan sekitarnya. Berada di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram, pada waktu itu masyarakat Kemantren Bugel diwajibkan menyerahkan upeti kepada Demang, Bekel Mantri yang selanjutnya diserahkan kepaada Raja Mataram.

Beberapa tahun kemudian setelah Belanda berkuasa sistem pemerintahan berubah, Kalurahan Bugel tidak lagi menjadi kemantren, namun menjadi kalurahan, wilayahnya juga dibatasi dan dibagi dengan kalurahan lain, diantaranya Bulak Puthat kemudian menjadi wilayah Kalurahan Kanoman dan Kalurahan Panjatan, sedangkan sebagian wilayah kalurahan yang lain menjadi wilayah Kalurahan Tirtorahayu Kapanewon Galur.

Pada waktu itu kepemilikan lahan pekarangan dan persawahan ditentukan oleh tingkat kepatuhan warga masyarakat dalam membantu Belanda membangun jalan dan sungai sehingga masyarakat menyebut masa pembagian lahan tersebut dengan "jaman golongan"

Sejak berdirinya sampai saat ini, Kalurahan Bugel sampai telah mengalami beberapa pergantian kepemimpinan Lurah atau Kepala Desa antara lain sebagai berikut :

1.  R. Atemo Soebrato 1920  s/d  1950
2.  R.Ng. Harjosuparto. 1950  s/d  1976
3.  R. Rujito Satmoko. 1976  s/d   2003
4.  Edi Priyono. SIP. 2003  s/d   2013
5.  Sunardi    2015  s/d   2021
6.  Sunardi    2021  s/d  sekarang

AGUS SUPRIYANTO
28 Mei 2022 07:37:34
Mohon dibagi lokasi makam pendiri desa bugel dan di sheare silsilah keturunan nya saat ini sy keturunan orang bugel di desa lain
Jaka susanto
13 Agustus 2021 11:46:32
Sarujuk. Nambahi wawasan. Maturnuwun 3jnquk

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Profil Kalurahan

Profil PPID

Wilayah Kalurahan

Lokasi Kantor Kalurahan


Alamat : PEDUKUHAN VII, BUGEL, PANJATAN, KULON PROGO
Kalurahan : Bugel
Kapanewon : Panjatan
Kabupaten : Kulon Progo
Kodepos : 55655
Telepon : 085367629799
Email : bugelpanjatan@gmail.com

Agenda

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:46
    Kemarin:260
    Total Pengunjung:49.660
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.235.65.220
    Browser:Tidak ditemukan

Komentar Terbaru

Arsip Artikel

05 Maret 2019 | 33.685 Kali
Sejarah Kalurahan
15 November 2021 | 33.611 Kali
Struktur Organisasi Pemerintah Kalurahan
05 Maret 2019 | 33.499 Kali
Informasi Setiap Saat
29 Maret 2019 | 33.462 Kali
Maklumat PPID
05 Maret 2019 | 33.431 Kali
Profil
29 Maret 2019 | 33.411 Kali
Permohonan Informasi
29 Maret 2019 | 33.404 Kali
Daftar Informasi Publik