You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Kalurahan Bugel
Kalurahan Bugel

Kap. Panjatan, Kab. Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta

Selamat Datang di Website Resmi Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo

Pentas Tari Enceng Gondok di YIA Kisahkan Kearifan Lokal Bugel

Redaksi 13 Juni 2022 Dibaca 1.086 Kali
Pentas Tari Enceng Gondok di YIA Kisahkan Kearifan Lokal Bugel

Kalurahan Bugel sebagai Kalurahan Budaya turut serta memeriahkan gelaran "Jogja Glorius Culture for the World" di Bandara YIA (Yogyakarta International Airport) sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Gelaran pentas kesenian dan kebudayaan dari kalurahan budaya di DIY ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Angkasa Pura, Java Connections Art Management dan Megaswara FM Kulon Progo. 

Bersama 7 kalurahan budaya lain dari Kabupaten Kulon Progo, Kalurahan Bugel tampil pada Minggu (12/6/22) sesuai jadwal. Sanggar Seni dan Budaya Kalurahan Bugel mengangkat tema kearifan lokal dalam tarian yang ditampilkan, yakni 'Enceng Gondok Menyimpan Berkah'. Mengapa menyimpan berkah? Ada kisah  tersendiri. Enceng gondok adalah gulma yang tumbuh di perairan (sawah, sungai, rawa, danau) dan pertumbuhannya sangat cepat. Kalurahan Bugel termasuk dataran rendah yang banyak terdapat aliran sungai dan sawah. Di perairan Bugel tumbuh rumpun-rumpun enceng gondok yang menyebabkan saluran air tidak lancar dan dapat menyebabkan banjir ataupun genangan di lahan warga karena luberan air dari saluran-saluran air tersebut. 

Atas inisiatif warga enceng gondok kemudian dicoba dibuat menjadi bahan baku kerajinan. Tujuannya adalah untuk mengurai penyebab banjir menjadi sesuatu yang berguna. Usaha tersebut membuahkan hasil sehingga saat ini Kalurahan Bugel menjadi sentra kerajinan enceng gondok, bahkan bahan bakunya juga mengambil dari daerah lain karena dari wilayah sendiri tidak mencukupi. Proses pembuatannya, enceng gondok di babat lalu dijemur hingga kering, setelah kering kemudian dianyam hingga menjadi sebuah karya yang indah.

Kearifan lokal tersebut dikreasikan dengan apik menjadi sebuah tarian yang dikombinasikan dengan sedikit pantomim oleh Cristianingtyas, S.Sn dan Amrih Tuti Lestari, S.Sn (Pendamping Kalurahan Budaya) serta ditampilkan oleh muda-mudi Kalurahan Bugel. Tarian tersebut terdiri dari tiga bagian, bagian pertama menggambarkan tumbuhan enceng gondok yang tumbuh di kawasan perairan, bagian kedua menggambarkan masyarakat Bugel yang sedang melakukan proses produksi/ menganyam kerajinan berbahan dasar enceng gondok dan bagian ketiga menampilkan hasil kerajinan yang sudah siap dipasarkan/ dipamerkan.(gandung/yayas/red)

 

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image