
Sabtu (7/12), Tim LPPM UNY yang diketuai oleh Dr. Tien Aminatun, S.Si, M.Si kembali mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi ibu-ibu di Kalurahan Bugel. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus lalu. Budikdamber adalah teknik budidaya ikan yang menggabungkan budidaya ikan dengan penanaman sayuran dalam satu wadah. Teknik ini merupakan pengembangan dari aquaponik, di mana ikan dan tanaman dapat tumbuh dalam satu wadah. Budikdamber di Kalurahan Bugel menggabungkan budidaya ikan lele dengan tanaman kangkung.
Untuk menciptakan pendampingan yang berkelanjutan dan terintegrasi, Tim LPPM UNY mengadakan pelatihan pengolahan dan pengemasan olahan ikan lele. Narasumber pelatihan ini adalah Dr. Fitri Rahmawati, M.P yang merupakan dosen Tata Boga di Universitas Negeri Yogyakarta. Peserta diajarkan teknik-teknik pengemasan modern menggunakan plastik retort, yang dapat melindungi produk dari kontaminasi dan memperpanjang masa simpan.
Ikan lele hasil Budikdamber yang telah siap panen, diolah menjadi lele bumbu kuning frozen. Peserta pelatihan diajari cara pengemasan lele frozen yang benar agar pengemasan tahan lama dan kualitasnya tetap terjaga. Selain lele bumbu kuning, juga diajarkan cara mengolah mangut lele asap. Mangut lele asap yang telah matang kemudian dimasukan ke dalam kemasan retort pouch yang kedap udara, lalu ditutup rapat dan divacum menggunakan mesin vacuum sealer. Setelah dikemas, mangut lele kemudian di sterilisasi pada temperatur dan durasi tertentu, kemudian masuk ke proses cooling down untuk pendinginan.
Dibandingkan dengan pengemasan biasa, makanan yang dikemas dengan plastik retort dapat bertahan berbulan-bulan di suhu ruangan tanpa perlu pendingin. Selain itu, kualitas, tekstur, rasa, dan aroma makanan juga tetap terjaga. Makanan juga lebih aman dikonsumsi, karena tidak ada tambahan bahan pengawet. Diakhir acara, juga disampaikan mengenai analisa usaha budidaya dan olahan ikan lele.
Dengan adanya pelatihan ini, warga Kalurahan Bugel memiliki kesempatan untuk memajukan produk olahan lokal dengan kualitas yang lebih baik dan daya saing yang lebih tinggi. Adanya teknologi pengemasan ini, dapat menjadi nilai tambah produk dan mendukung pemberdayaan masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro atau yang tertarik untuk memulai usaha makanan. (ap)
Video Dokumentasi Kegiatan (klik link di bawah ↓↓)
https://www.instagram.com/reel/DDWPLPAPDZy/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
.jpeg)

