Peralihan musim, selain waspada dengan penyakit saluran pernafasan atas seperti flu dan batuk yang frekuensinya relatif meningkat, juga perlu waspada dengan persebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) karena populasi nyamuk memiliki hubungan dengan kondisi musim. Menyusul ditemukannya kasus DBD di Kalurahan Bugel, Sabtu (6/8/22), dilakukan penyuluhan/edukasi pencegahan DBD kepada masyarakat. Edukasi pencegahan DBD dipaparkan oleh Agata Gossy dari Puskesmas Panjatan II dan dihadiri oleh warga Padukuhan Bugel II, bertempat di kediaman Sunarto, Dukuh Bugel II.
Gossy menjelaskan beberapa metode pencegahan DBD yakni metode kimia, metode biologi dan metode lingkungan. Termasuk dalam metode kimia adalah abatisasi dan fogging yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Sedangkan metode biologi dan metode lingkungan dapat dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat dapat melakukan ikanisasi (memelihara ikan pada tempat/lokasi yang menampung/tergenang air) untuk mengurangi populasi nyamuk sebagai salah satu metode biologi. Terpenting, metode lingkungan dapat dilakukan oleh masyarakat melalui gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dengan 3M Plus.
Gerakan PSN dengan 3M Plus meliputi:
- Menguras bak penampungan air
- Menutup tempat yang dapat menampung air
- Mendaurulang atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air
- Plus: menghindari gigitan nyamuk
Sebelumnya, Jumat (5/8/22), dilakukan pengasapan/fogging di wilayah Padukuhan Bugel II untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa secara efektif dan mencakup wilayah yang luas sehingga dapat memutus rantai penularan dan menekan jumlah nyamuk.(sunarto)